BOYOLALI – Dekan Fakultas Teknik Universitas Islam Batik (UNIBA) Surakarta, Ir. Bagas Wahyu Adhi, ST., MT., bersama Lembaga Penelitian, Pengembangan, dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) UNIBA Surakarta, melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026 di Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali.

Kegiatan Monev KKN ini merupakan bagian dari upaya UNIBA Surakarta untuk memastikan pelaksanaan program KKN berjalan sesuai dengan perencanaan, sasaran, dan tujuan yang telah ditetapkan. Monev juga menjadi sarana untuk melihat secara langsung perkembangan program serta kontribusi mahasiswa dalam memberikan solusi terhadap berbagai kebutuhan masyarakat di lokasi KKN.

Dalam kegiatan tersebut, Dekan Fakultas Teknik UNIBA Surakarta, Ir. Bagas Wahyu Adhi, ST., MT., melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan program mahasiswa, termasuk keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat, pengembangan potensi lokal, serta penerapan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama perkuliahan.

Kegiatan monitoring dan evaluasi dilakukan melalui koordinasi bersama pihak LP3M UNIBA Surakarta, mahasiswa peserta KKN, serta unsur pemerintahan dan masyarakat di wilayah Kecamatan Andong. Melalui kegiatan tersebut, berbagai perkembangan program, kendala di lapangan, serta capaian kegiatan menjadi bahan evaluasi untuk memastikan program KKN dapat memberikan manfaat yang optimal.

Ir. Bagas Wahyu Adhi, ST., MT. menyampaikan bahwa KKN merupakan salah satu bentuk nyata implementasi Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.

“Kegiatan Monev ini penting untuk memastikan program KKN tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Mahasiswa diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di kampus untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan dan mengembangkan potensi yang ada di masyarakat,” ujar Ir. Bagas Wahyu Adhi.

Lebih lanjut, Dekan Fakultas Teknik menekankan bahwa mahasiswa perlu membangun komunikasi dan kolaborasi yang baik dengan pemerintah desa, masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan di lokasi KKN. Menurutnya, keberhasilan KKN tidak hanya diukur dari terlaksananya program kerja, tetapi juga dari keberlanjutan manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat.

“Kami berharap mahasiswa dapat menggali potensi lokal dan memberikan program yang tepat guna. Pendekatan yang dilakukan harus berbasis pada kebutuhan masyarakat sehingga program KKN dapat memberikan dampak positif dan berkelanjutan,” tambahnya.

Sementara itu, pelaksanaan Monev KKN Tahun 2026 di Kecamatan Andong juga menjadi momentum bagi UNIBA Surakarta untuk memperoleh masukan secara langsung dari masyarakat dan pemerintah setempat. Masukan tersebut akan menjadi bahan evaluasi dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan KKN pada masa mendatang.

Melalui kegiatan KKN, UNIBA Surakarta terus mendorong mahasiswa untuk memiliki kepedulian sosial, kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, serta kemampuan memecahkan persoalan di masyarakat. KKN diharapkan menjadi pengalaman pembelajaran yang mampu membentuk mahasiswa menjadi lulusan yang kompeten, berkarakter, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat.