Surakarta — Fakultas Teknik Universitas Islam Batik (UNIBA) Surakarta terus memperkuat perannya dalam pengembangan sumber daya manusia di bidang jasa konstruksi. Hal ini ditandai dengan pertemuan dan diskusi strategis antara Dekan Fakultas Teknik UNIBA Surakarta, Ir. Bagas Wahyu Adhi, S.T., M.T., dengan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) serta Persatuan Insinyur Indonesia (PII).

Diskusi tersebut melibatkan pengurus LPJK Periode 2025–2029, Ir. Betty Hariyani, S.T., M.H., M.T., yang menegaskan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan regulator jasa konstruksi dalam menyiapkan lulusan yang kompeten, tersertifikasi, dan siap bersaing di dunia kerja. Kolaborasi ini diharapkan mampu menjembatani kebutuhan industri konstruksi dengan kurikulum pendidikan tinggi, khususnya di bidang keteknikan.

Tidak hanya dengan regulator jasa konstruksi, diskusi juga diperluas dengan melibatkan Ketua PII Wilayah Jawa Tengah, Dr. T. Ir. Herry Ludiro Wahyono, S.T., M.T. Kehadiran Dr. Herry Ludiro semakin memperkuat komitmen bersama dalam mendorong percepatan lahirnya insinyur profesional di wilayah Jawa Tengah, melalui pembinaan, sertifikasi, serta penguatan etika dan kompetensi keinsinyuran sejak bangku kuliah.

Menariknya, forum strategis ini juga dihadiri oleh Dekan Fakultas Teknik Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara), Ir. Hendramawat Aski Safarizki. Kehadiran perwakilan dari Univet Bantara menandai langkah awal kolaborasi lintas perguruan tinggi swasta di kawasan Solo Raya. Sinergi antara UNIBA Surakarta dan Univet Bantara, dengan dukungan penuh dari PII dan LPJK, diharapkan dapat membentuk klaster perguruan tinggi swasta unggulan yang fokus pada pencetakan tenaga ahli konstruksi yang profesional, berdaya saing, dan sesuai dengan kebutuhan pembangunan nasional.

Melalui sinergi ini, Fakultas Teknik UNIBA Surakarta menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi dalam pendidikan keteknikan, memperluas jejaring kelembagaan, serta berkontribusi aktif dalam penguatan ekosistem jasa konstruksi di tingkat regional maupun nasional.