CUAN DARI KANDANG: Pemanfaatan Limbah Kotoran Sapi Menjadi Produk Inovatif Guna Menciptakan Desa Wirausaha Berbasis Digital di Pundungrejo
Surakarta, 11 Desember 2025 — Fakultas Teknik Universitas Islam Batik (UNIBA) Surakarta resmi menutup rangkaian Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) tahun 2025 yang diinisiasi oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Industri (HMTI). Penutupan kegiatan dipimpin oleh Dekan Fakultas Teknik, Ir. Bagas Wahyu Adhi, S.T., M.T., serta didampingi oleh Dosen Pembimbing, Sri Mayasari, S.T., M.Si., Ph.D.
Program bertema “CUAN DARI KANDANG: Pemanfaatan Limbah Kotoran Sapi Menjadi Produk Inovatif Guna Menciptakan Desa Wirausaha Berbasis Digital di Pundungrejo” ini merupakan upaya mahasiswa dalam menghadirkan inovasi berbasis keilmuan Teknik Industri untuk meningkatkan nilai ekonomi limbah peternakan dan memperkuat kapasitas wirausaha masyarakat desa.
Kegiatan penutupan turut dihadiri oleh:
- Bapak Suyetno, Pembina Kelompok Ternak Desa Pundungrejo
- Bapak Supandi, Kepala Desa Pundungrejo beserta jajarannya
- Bapak Misdi, Ketua Kelompok Ternak Pundungsari
Kehadiran para tokoh desa menunjukkan kuatnya kolaborasi antara UNIBA, pemerintah desa, dan kelompok ternak dalam menjalankan program pemberdayaan masyarakat.
Selama pelaksanaan PPK Ormawa 2025, mahasiswa HMTI UNIBA Surakarta berhasil mengimplementasikan beberapa program unggulan, di antaranya:
- Inovasi pemanfaatan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik, bioenergi, dan produk bernilai tambah lainnya.
- Digitalisasi usaha desa, melalui pelatihan branding, pemasaran online, hingga penggunaan e-commerce untuk memperluas distribusi produk.
- Penguatan ekosistem wirausaha desa, untuk membangun Desa Pundungrejo sebagai model Desa Wirausaha Berbasis Digital.
Program ini sejalan dengan komitmen UNIBA Surakarta sebagai Entrepreneurial University yang menekankan penerapan ilmu pengetahuan, inovasi, dan keberlanjutan dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Dekan Fakultas Teknik, Ir. Bagas Wahyu Adhi, S.T., M.T., mengapresiasi kolaborasi antara mahasiswa, dosen, dan masyarakat yang memungkinkan program berjalan secara efektif dan menghasilkan dampak nyata.
Sebagai dosen pembimbing, Sri Mayasari, S.T., M.Si., Ph.D., memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar akademik dan prinsip keberlanjutan. Beliau menekankan pentingnya melanjutkan program ini agar masyarakat terus merasakan manfaat dari inovasi yang telah dibangun bersama.
Dengan ditutupnya PPK Ormawa 2025, Desa Pundungrejo diharapkan dapat berkembang menjadi desa wirausaha mandiri yang modern, adaptif, dan berdaya saing, berbasis potensi peternakan lokal dan teknologi digital.